Aurelie Moeremans Membuka Kisah Kelam Hidupnya, Korban Grooming Sejak Remaja
Bintang film Aurelie Moeremans baru saja menerbitkan sebuah karya tulis bertajuk Broken Strings, sebuah otobiografi yang menceritakan sisi gelap periode remajanya.
Dalam publikasi tersebut, Aurelie dengan terus terang mengisahkan bagaimana ia pernah menjadi mangsa praktik *grooming*, sebuah metode manipulasi yang seringkali dilancarkan oleh individu dewasa terhadap anak-anak maupun remaja sebelum berujung pada tindakan eksploitasi.
Aktris yang kini berumur 32 tahun itu juga mengunggah cuplikan bagian dari bukunya melalui akun Instagram pribadinya.
“Karya ini merupakan narasi otentik tentang diriku. Mengenai pengalaman saya menjadi korban *grooming* ketika berumur 15 tahun, oleh individu yang usianya hampir dua kali lipat dari saya,” demikian kutipan Aurelie, yang ia sampaikan pada Minggu (11/1/2026).
Ia menambahkan, “Isinya juga mengulas tentang manipulasi, dominasi, serta perjalanan bertahap dalam upaya membebaskan diri.”
Publik menyambut baik kehadiran buku Aurelie Moeremans ini, mengingat keberaniannya mengangkat topik sensitif yang selama ini sering dianggap sebagai hal tabu.
Banyak kalangan menganggap bahwa karya ini berpotensi besar menjadi media pembelajaran yang efektif untuk menumbuhkan kesadaran akan bahaya eksploitasi psikologis yang mengancam kaum muda.
“Naskah ini disusun tanpa unsur romantisasi, sepenuhnya dari perspektif seorang korban,” ujarnya.
Demi menjangkau khalayak yang lebih luas, edisi digital dari buku ini juga tersedia untuk diunduh tanpa dipungut biaya.
Dukungan dari Sang Suami
Selama proses penulisan yang penuh gejolak emosi ini, Aurelie menerima sokongan moral yang besar dari lingkaran keluarganya.
Bintang yang tampil di film *Story of Kale* ini menyatakan bahwa suaminya, Tyler Bigenho, adalah individu krusial yang memberinya dorongan untuk menyelesaikan penulisan buku tersebut.
Hal tersebut pula yang pada akhirnya memberinya kepercayaan diri untuk menuangkan pengalaman pahitnya ke dalam tulisan.
“Banyak orang mengucapkan terima kasih atas keberanianku menulis buku ini, namun sebenarnya saya juga wajib berterima kasih kepada suami saya, @drtylerbigenho. Dialah yang sejak awal meyakini bahwa kisah saya bisa menjadi sesuatu yang positif dan bermakna bagi banyak gadis muda lainnya,” tuturnya.
Tak lama setelah diluncurkan, buku Aurelie Moeremans tentang *grooming* tersebut segera menuai berbagai respons dari para pembaca.