**Roby Tremonti Ubah Ucapan Klarifikasi ‘Broken Strings’ yang Viral Menjadi Karya Musik, Sentil Insiden Kacamata**

Aktor kenamaan, Roby Tremonti, tampaknya tidak ambil pusing dengan narasi yang menyimpang dari pernyataan klarifikasinya mengenai keterlibatannya dalam buku “Broken Strings” karya Aurelie Moeremans. Berbagai perkataan Roby Tremonti sempat menjadi buah bibir dan menyebar luas di jagat maya, lantaran dianggap tidak relevan, yang justru semakin menguatkan dugaan publik bahwa ia adalah sosok Bobby dalam kisah tersebut.

Perlu diketahui, nama Roby Tremonti mulai mencuat ke permukaan setelah Aurelie Moeremans membeberkan pengalaman kelamnya di masa lampau melalui sebuah memoar berjudul “Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth”. Buku tersebut mengulas kembali kehidupan Aurelie pada usianya yang masih 15 tahun. Kala itu, Aurelie, yang sedang merintis karier di industri hiburan Tanah Air, menjalin ikatan asmara dengan seorang pria yang usianya 13 tahun lebih tua darinya. Pria tersebut, dalam bukunya, disamarkan dengan nama Bobby.

Dengan kedok cinta, Bobby digambarkan sebagai individu yang melakukan serangkaian tindakan manipulasi emosional. Sebagai orang dewasa, ia mendekati, mengendalikan, dan mengeksploitasi Aurelie yang masih di bawah umur demi tujuan seksual, atau yang lebih dikenal sebagai *child grooming*. Ketika Aurelie menginjak usia 18 tahun, ia dipaksa untuk menikah secara tidak sah dan bahkan dipisahkan dari ibu, adik, serta ayahnya.

Menanggapi situasi tersebut, Roby Tremonti pun segera muncul ke publik untuk memberikan serangkaian klarifikasi. Beberapa frasa yang ia lontarkan kemudian menjadi viral dan di-remix menjadi *sound* populer di platform TikTok maupun Instagram Reels. “1+1 sama dengan 2, jangan dipelintir yang waras! That’s simple, 8×8 6×4, Mama kacamata Roby, intinya kacamata, udahlah Ma,” demikian tutur Roby Tremonti dalam sebuah sesi konferensi pers.

Alih-alih merasa terganggu karena perkataannya diubah menjadi *sound* viral, Roby justru berinisiatif untuk mengolah ulang kalimat-kalimat tersebut menjadi sebuah lagu dengan melodi yang berbeda. Dalam unggahan terbarunya di Instagram pada Minggu (8/2/2026), Roby terlihat asyik memetik gitar. Ia mulai menyanyikan penggalan ucapannya yang telah viral, diiringi nada lagu “Ajari Aku” milik Adrian Martadinata yang dirilis pada tahun 2008. Menariknya, lagu tersebut juga merupakan salah satu *soundtrack* iklan perdana yang dibintangi oleh Roby dan Aurelie Moeremans.

“Tolong Ma, Tolong ‘Ajari Aku’… Izin Kang Adrian, 8×8 sama dgn… 6×4,” tulis Roby dalam keterangan unggahannya. Kualitas vokalnya terdengar kurang harmonis dengan alunan petikan gitar yang ia mainkan. “Huuu Intinya kacamata, iintinya kacamata. Yang waras whoo that’s simple, tolong ma tolong,” demikian kutipan lirik yang dilantunkan Roby. Terlihat bahwa kolom komentar pada unggahan tersebut dibatasi.

**Roby Klaim Mengalami Ancaman Serius**

Meluasnya buku “Broken Strings” dengan cepat memicu kemarahan publik dan mengarahkan sorotan tajam pada sosok Roby Tremonti, yang diketahui pernah menjalin hubungan asmara dengan Aurelie di masa lalu. Pria berusia 45 tahun itu menyatakan ketidaksetujuannya, menunjukkan kemarahan atas rentetan caci maki yang kini harus ia hadapi.

Roby mengklaim telah menerima berbagai ancaman yang tidak hanya tertuju pada dirinya, tetapi juga pada anggota keluarganya. “Tolonglah, sudahlah ini kayak apa, perseteruan lama. Mungkin ada sakit hati yang digoreng sedemikian rupa. Sudahlah, kita sudahi ini. Once for all,” ujar Roby mengungkapkan kekecewaannya. “Saya tekankan sekali lagi, once for all. Saya cuma pengin nama baik saya. Umur saya 45 tahun ini,” imbuhnya dengan nada kesal.

Ia bahkan meminta Aurelie agar memahami kondisi kesehatannya yang kini mulai memburuk. “Kamu sadar apa enggak, Aurelie? Dari mata saya masih sehat, sekarang saya membaca sudah plus 1,5. Dari saya masih sehat, sekarang sudah pakai kacamata misalkan mau baca apa-apa!” jelasnya dengan nada tinggi.

Pemain sinetron “Kupu Malam Series” itu menegaskan bahwa ia mendapatkan ancaman luar biasa setelah buku yang ditulis Aurelie Moeremans menjadi viral. “Buku ini kita pararelkan dengan tidak ada niat menyerang siapa pun ya,” tambahnya. Pihak Roby Tremonti menegaskan, sebelum buku Aurelie diterbitkan dan dapat diakses bebas oleh masyarakat, keluarganya berada dalam kondisi baik-baik saja. Namun, kini ia menerima sejumlah ancaman berupa kata-kata kasar melalui pesan langsung (direct message) di akun Instagramnya.

“Iya dong iya,” tegasnya lagi sambil memperlihatkan beberapa pesan ancaman melalui ponselnya. “Laki-laki NPD, nggak tahu diri, tua, pedofil, perusak hidup orang. Bejatnya kamu selalu bawa-bawa Tuhan. Betapa menyedihkan Aurelie waktu itu,” ucapnya seraya membacakan salah satu pesan yang ia terima.

Roby mengaku tidak gentar dengan pesan-pesan tersebut. Ia bahkan tidak akan ragu untuk menempuh jalur hukum, terlebih nama pengirim pesan tercantum secara jelas. “Sudah cukup ya. Ini ada nama loh ya,” katanya memperingatkan. Roby kembali membacakan pesan bernada kasar lainnya yang ia terima. “Woi anji** pemerko**, NPD!” cetusnya menirukan isi pesan tersebut. “Nah ini, ‘Kalau enggak salah ngapain tutup komen’,” tambahnya menirukan pesan lain.

Di penghujung pernyataannya, Roby Tremonti menegaskan bahwa ia tidak melakukan hal-hal yang dituliskan Aurelie dalam bukunya. “Kalian bisa lihat, saya enggak melakukan itu. Tapi dihujat bisa 2.500 komen,” sesalnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *