Peristiwa seorang wanita berinisial KN (23) yang kedapatan memakai seragam awak kabin Batik Air ketika menumpangi penerbangan dari Palembang menuju Jakarta telah menjadi perbincangan hangat dan menarik perhatian publik.

Rentetan fakta menarik di balik insiden tersebut kini telah terkuak. Berikut adalah poin-poin pentingnya:

**1. Kedok Pramugari Palsu Terbongkar dari Perbedaan Seragam**

Aksi KN terungkap setelah kru pesawat mencurigai adanya kejanggalan pada busana yang ia kenakan, terutama di bagian roknya. Kompol Yandri Mono, selaku Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandara Soekarno-Hatta, menjelaskan bahwa awak kabin melihat ada perbedaan mencolok pada rok yang dipakai pelaku jika dibandingkan dengan seragam resmi pramugari Batik Air.

“Awak pesawat merasa aneh, ada pramugari Batik Air yang memakai baju serupa pramugari, namun motifnya tak sama,” ungkap Yandri Mono saat diwawancarai Kompas.com pada Rabu, 7 Januari 2026.

**2. Diamankan Petugas Avsec Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta**

Menyusul timbulnya kecurigaan, para awak kabin segera melaporkan insiden ini kepada petugas Keamanan Penerbangan (Avsec). Setibanya di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, KN langsung menjalani pemeriksaan dan diamankan.

Yandri menambahkan, “Setelah diinterogasi, memang terbukti bahwa yang bersangkutan bukanlah pegawai Batik Air. Ia kemudian dibawa ke kantor Polres.”

**3. Motif di Balik Penyamaran: Gagal Seleksi Pramugari Batik Air**

Selama proses pemeriksaan, terkuaklah pengakuan dari KN. Ia mengungkapkan bahwa dirinya pernah mendaftar untuk menjadi pramugari di Batik Air, namun gagal dalam tahap seleksi. KN merasa malu kepada sanak keluarganya di Palembang. Akibatnya, ia berani nekat berpura-pura telah bekerja sebagai seorang pramugari.

“Yang bersangkutan mengenakan seragam maskapai agar keluarganya percaya,” jelasnya.

**4. Seragam Pramugari Palsu Didapat dari Toko Daring**

Pihak kepolisian menyatakan bahwa seragam pramugari beserta perlengkapan lainnya, seperti tanda nama dan koper, dibeli oleh KN melalui toko daring. Ia sebenarnya berencana mengganti pakaiannya begitu sampai di Bandara Palembang, namun karena waktu keberangkatan terlalu dekat, KN akhirnya tetap menaiki pesawat dengan seragam tersebut.

Ia menambahkan, “Menurut pengakuannya, ia sebenarnya ingin berganti pakaian setelah tiba di Bandara Palembang, tetapi karena mepetnya waktu, ia akhirnya naik pesawat dengan seragam itu hingga ke Bandara Soekarno-Hatta.”

**5. Klarifikasi Resmi dari KN dan Respons Batik Air**

Hasil penyelidikan oleh polisi menyimpulkan bahwa tidak ada unsur tindak pidana yang terbukti dalam kasus ini. Maskapai Batik Air memutuskan untuk tidak menempuh jalur hukum dan menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan.

Yandri menjelaskan, “Batik Air tidak mengajukan tuntutan. Akan tetapi, yang bersangkutan telah membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya dan semua atribut Batik Air yang dipakainya telah disita.”

KN sendiri telah menyampaikan klarifikasi secara terbuka melalui sebuah rekaman video yang beredar luas di platform media sosial. Dalam pernyataannya, ia mengakui bahwa dirinya bukan pramugari Batik Air dan meminta maaf kepada pihak maskapai.

Dalam video klarifikasinya, ia mengungkapkan, “Nama saya Khairunnisa, usia 23 tahun, berasal dari Palembang. Dengan ini saya menyatakan bahwa memang benar saya melakukan penerbangan dengan Batik Air rute Palembang menuju Jakarta pada tanggal 6 Januari 2026.” Ia melanjutkan, “Saya menggunakan atribut pramugari beserta seragamnya, dan sesungguhnya saya bukanlah seorang pramugari Batik Air. Dengan ini, saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada pihak maskapai Batik Air maupun Lion Group. Video ini saya buat dengan pernyataan yang sesungguhnya tanpa paksaan dari pihak manapun.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *