**Dua Alasan Utama Boiyen Menggugat Cerai Rully Anggi Akbar: Kasus Penipuan dan Miskin Komunikasi**

Anselmus Mallofiks, selaku kuasa hukum dari selebriti Boiyen, tampak hadir dalam kelanjutan persidangan perceraian kliennya dengan Rully Anggi Akbar.

Sidang perkara perceraian yang dilangsungkan di Pengadilan Agama (PA) Tigaraksa, Tangerang, Jawa Barat, pada hari Selasa, 3 Februari 2026, diketahui tidak dihadiri oleh Boiyen maupun Rully.

Ketika diwawancarai, pihak Boiyen yang diwakilkan oleh Anselmus Mallofiks membeberkan pemicu di balik keputusan kliennya untuk mengajukan gugatan cerai.

Yeni Rahmawati, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Boiyen, melayangkan gugatan cerai pada bulan Januari 2025. Padahal, pernikahan dirinya dengan Rully yang baru diresmikan pada 15 November 2025 baru berlangsung selama dua bulan.

Gugatan cerai dari Boiyen ini diduga kuat muncul setelah sang suami tersangkut dalam kasus dugaan penipuan serta penggelapan dana investasi.

Kini, Rully Anggi Akbar, pria yang akrab disapa Ezel itu, telah dilaporkan secara resmi oleh seorang pria bernama Rio ke Polda Metro Jaya pada tanggal 6 Januari 2026.

Anselmus menguraikan dua penyebab utama yang mendorong kliennya untuk mengajukan permohonan cerai atas biduk rumah tangga yang baru seumur jagung tersebut.

Pemicu awal yang diungkap adalah pengakuan Boiyen yang sama sekali tidak tahu-menahu tentang kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana tersebut.

Bahkan, sejak awal menjalin kedekatan dengan Rully, Boiyen menegaskan dirinya tidak pernah mengetahui adanya permasalahan hukum itu.

“Klien kami sama sekali tidak mengetahui soal laporan, sebagaimana yang dikatakan pihak sebelah melalui kuasa hukumnya,” tutur Anselmus, seperti yang dikutip dari Intens Investigasi, pada Selasa, 3 Februari 2026.

Oleh karena itu, pihak Boiyen saat ini secara tegas menyatakan tidak akan turut campur dalam masalah hukum yang tengah menjerat Rully.

“Menurut dari keterangan klien kami dia tidak mengetahui,”

“Klien kami juga tidak akan mencampuri hal tersebut,” lanjut Anselmus.

Di samping itu, retaknya rumah tangga Boiyen juga disinyalir akibat adanya masalah komunikasi antara keduanya.

Komika yang lahir pada 18 Januari 1987 ini merasa bahwa komunikasinya dengan Rully, pria lulusan Doktor dari Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut, menjadi kurang harmonis setelah mereka menikah.

“Mereka komunikasinya masih belum bagus sih,”

“Nggak (merasa dibohongi), hanya komunikasinya kurang bagus,” jelas Anselmus.

Kondisi tersebut jelas berbanding terbalik dengan harapan Boiyen, yang menginginkan sebuah rumah tangga dibangun di atas fondasi komunikasi yang baik dan lancar.

“Persoalan mengenai klien kami ingin membangun rumah tangga yang komunikasinya lancar,”

“Setelah menikah (komunikasi tidak baik),” tambah kuasa hukum Boiyen tersebut.

Pihak Anselmus hanya berkenan mengungkapkan dua pemicu yang diduga menjadi alasan utama Boiyen menggugat cerai.

Mengenai penyebab yang lebih rinci dan pasti, Anselmus menolak untuk menyampaikannya kepada publik.

Ia beralasan bahwa hal tersebut sudah masuk dalam materi persidangan yang bersifat rahasia.

“Nggak sih, ini udah materi perkara ya jadi nggak bisa terlalu banyak bicara,” imbuh Anselmus.

Boiyen, melalui kuasa hukumnya, berharap setelah proses perceraian ini tuntas, ia dapat kembali bangkit dan meniti karier di jagat hiburan Tanah Air.

“Mohon doa semoga klien kami bisa menghibur masyarakat kedepannya,” tutup Anselmus sebagai perwakilan Boiyen.

**Tanggapan Pihak Rully Setelah Gugatan Cerai Boiyen Dilayangkan**

Boiyen diketahui secara diam-diam telah mendaftarkan gugatan cerainya ke Pengadilan Agama (PA) Tigaraksa sejak tanggal 20 Januari 2026.

Pihak Rully, yang diwakili oleh kuasa hukumnya Santo Nababan, cukup menyayangkan adanya gugatan tersebut. Terlebih, usia pernikahan mereka baru menginjak dua bulan.

“Terkait adanya informasi itu ya, yang jelas kami cukup menyayangkan ya dari peristiwa itu,” ucap Santo, dikutip dari kanal YouTube Reyben Entertainment, pada Kamis, 29 Januari 2026.

“Saya juga tidak menginginkan adanya sebuah perceraian,” tambahnya.

Meski demikian, Santo memaklumi jika ada perbedaan pendapat yang terjadi di dalam bahtera rumah tangga.

Santo pun berharap agar hubungan Rully dan Boiyen di kemudian hari bisa kembali membaik.

“Namanya rumah tangga itu kan tentu pasti ada perbedaan pendapat ya,”

“Harapan kita supaya baik-baik aja,” ujarnya.

Santo juga menambahkan bahwa sejak awal kasus hukum yang menjerat Rully mencuat, pihaknya tidak pernah menyinggung perihal kondisi rumah tangga kliennya.

“Dari awal kita kan kita tidak masuk ke yang bersangkutan ya,”

“Kita hanya fokus kepada pribadi RAA sendiri, suaminya Boiyen,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *